PENGONTROLAN BAHAN BAKU PRODUKSI SEMEN JENIS PCC DI PT. SEMEN PADANG DENGAN MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL MEWMA

Surya Puspita Sari, Dodi Devianto, Ferra Yanuar

Abstract


Abstrak. Terdapat berbagai bidang industri di dunia ini, dimana setiap perusahaan
selalu berusaha memberikan kualitas terbaik mereka. Semen adalah salah satu produk
industri yang dibutuhkan oleh banyak orang. Perusahaan yang bergerak di bidang in-
dustri semen seperti PT. Semen Padang membutuhkan suatu informasi tentang kualitas
produksinya. Bahan baku adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas produk
yang dihasilkan. Terdapat beberapa komponen senyawa yang mempengaruhi kualitas
bahan baku semen, yaitu SiO2; Al2O3;CaO dan SO3. Di dalam penelitian ini dibahas
tentang kualitas bahan baku produksi semen jenis PCC, yang diukur dari persentase
komponen senyawa yang mempengaruhi bahan baku semen tersebut. Metode statistika
yang digunakan adalah diagram kontrol Multivariate Exponentially Weighted Moving
Average (MEWMA) untuk mengontrol variabel karakteristik kualitas. Dengan memilih
ARL0 sebesar 5500 dan menggunakan beberapa nilai pembobot, diperoleh bahwa nilai
pembobot sebesar 0; 73 akan menghasilkan diagram kontrol MEWMA optimal dengan
satu pengamatan bersifat out of control. Melalui konrmasi yang dilakukan kepada pi-
hak PT. Semen Padang, pengamatan out of control pada hari tertentu akan segera
dideteksi dan dilakukan perbaikan kualitas pada pengamatan berikutnya. Bahan baku
yang kurang baik akan dicampurkan dengan bahan baku berkualitas baik di dalam silo
sehingga tetap menghasilkan bahan baku semen yang kualitasnya terjaga. Indeks Cp
dari masing-masing variabel menunjukkan bahwa bahan baku produksi semen sudah
baik, namun indeks Cpk menunjukkan ketidak akuratan pengukuran pada salah satu
komponen bahan baku semen yaitu CaO.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.25077/jmu.5.3.7-14.2016

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.